Gunung Sugih, Pokusindonesia.com
Kalapas mengucapkan terima kasih kepada warga binaan yang telah mengikuti kegiatan dengan antusias. Sehingga hasil kerjasama ini memiliki output yang sangat berguna bagi warga binaan kelak. Masa pandemi Covid-19 sangat berpengaruh dalam pembatasan aktivitas warga binaan. Seperti halnya kegiatan pembinaan di Masjid Al-Furqon, yang pada awalnya rutin setiap minggunya. Maka pembinaan harus diakukan secara intern bersama petugas Lapas Gunung Sugih saja.
Hal ini dilakukan karena beberapa waktu kemarin kasus Covid-19 merebak dan mengakibatkan pemerintah melakukan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) diberbagai wilayah Indonesia. Namun pembatasan aktivitas ini tidak menyurutkan semangat santri untuk belajar dan menghafal Al-Qur’an. Diakui petugas pembinaan kerohanian, Alhamdulillah 1 santri menyelesaikan tahfis alquran. Ini menjadi pemacu semangat bagi santri lainnya, agar bersama-sama dapat belajar Al-Qur’an.
Dipenghujung acara Kepala Lapas Gunung Sugih, Denial Arif juga memberikan Tali Asih kepada 57 Santri yang menyelesaikan Tadarus Al-Qur’an 30 Juz, 1 Orang Santri yang berhasil menghafal Al-Qur’an dan Ustad dari TPQ Terubus Iman As-Salamah Kota Gajah yang selama ini membantu program Lapas dalam hal pembinaan Kerohanian.
Humas Lapas Gunung Sugih