Pagelaran Tari Tarian Di Tugu Canang Dalam Rangka HarDikNas Dan Hari Tari Sedunia

0
12

Gunung Sugih, Pokusindonesia.com –  Pagelaran Tari tarian dalam rangka Hari Tari Sedunia dan Hardiknas, Minggu (03/5/2026).

 

Acara yang menghadirkan 43 group tari dari sanggar dan sekolah ini menjadi satu upaya peningkatan dan pengembangan potensi bakat seni tari dalam melestarikan budaya bangsa.

 

Acara ini sekaligus guna memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang jatuh tanggal 2 Mei 2026 dan Hari Tari Sedunia 6 Mei.

 

Plt.Bupati Lamteng I Komang Koheri menyampaikan acara pagelaran pentas tari hari ini menjadi momentum menarik bagi generasi bangsa di Lamteng untuk pelestarian budaya daerah.

 

“Bahwa budaya ini adalah warisan yang harus kita lestarikan, seperti hari ini yang dilakukan anak-anak kita sekarang dalam rangka hari tari dunia 6 Mei. Sesuai konsep Trisakti Bung Karno

Berdikari dan berbudaya,” paparnya.

 

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lamteng Nur Rohman didampingi Kabid Kebudayaan Linggar Nunik Kiswari mengaku sempat kaget melihat antusias besar dari yang mendaftar untuk tampil dan mengikuti acara hari ini.

 

“Antusias peserta ini diluar ekspetasi kami,mulai dari sanggar dan sekolah dari tingkat TK,SD,SMP hingga SMA berpartisipasi dan memeriahkan Hardiknas dan Hari Tari Dunia. Dan diharapkan lewat seni tari ini budaya daerah akan terus berkembang di Lamteng, sekaligus seni tari menjadi salah satu penguatan dalam membentuk karakter anak-anak.

 

Kami menyampaikan terimakasih atas semua dedikasi dan dukungan besar dari bapak pimpinan Plt.Bupati Lamteng Komang Koheri, juga Ketua DPRD Lamteng Febriyantoni serta organisasi,” ucap Nur Rohman.

 

Ketua DPRD Lamteng Febriyantoni menyambut baik pentas 6 jam menari ini, sebagai satu langkah positif dalam mengembangkan potensi budaya di Lamteng.

 

  • “Dengan mengambil lokasi di Gunung Sugih ini juga sebagai langkah positif untuk menghidupkan Ibukota Kabupaten Lamteng, dan dari sini akan meningkatkan budaya daerah lewat seni tari,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here